22 September 2020

Paguyuban Pecinta Keris Kabupaten Tegal, Sukses Gelar Milad Pertama

Berbagai kalangan yang hadir memberikan pernyataan senada, bahwa milad I Paguyuban Pencinta Keris Tegal merupakan kegiatan paling meriah dari yang pernah diselenggarakan oleh pecinta keris lainnya di Jawa Tengah.

Foto : By soedanto poncho bintangku

Advertisements

Advertisements

Vanpora.com ( Slawi )

Sebanyak 11 Paguyuban dan 9 Pembursa Tosan aji se Jawa Tengah dan Sekitarnya, menghadiri acara peringatan milad 1 tahun  Paguyuban Pecinta Keris Tegal.

Acara yang digelar di  Trasamart Co-working space Taman Rakyat Slawi,  pada 22 Agustus 2020, juga dibarengi Pameran Keris dan Tosan aji

Poto By soedanto poncho bintangku

Berbagai kalangan yang hadir memberikan pernyataan senada, bahwa milad I Paguyuban Pencinta Keris Tegal merupakan kegiatan paling meriah dari yang pernah diselenggarakan oleh pecinta keris lainnya di Jawa Tengah.

Penasehat Paguyuban Senapati Nusantara Ustad Rifqon Arodhi, menuturkan “ Ini acara Milad dan pameran keris dan tosan aji yang paling meriah, dari seluruh kegiatan yang pernah saya hadiri mas “

“ Semoga kegiatan ini dapat menjadikan inspirasi bagi paguyuban pecinta keris dan tosan aji di kota lainnya “ Tambah Ustad Rifqon.

Poto By soedanto poncho bintangku

Sementara itu, disela acara peringatan R. Bayu Hendra Setiawan SE SH, konseptor dari penyelenggaraan Milad  Paguyuban Pecinta Keris Tegal, yang ramah disapa Bung Gadro menuturkan bahwa Milad yang pertama ini mengambil tema “ Menjadikan Keris Membumi di Tlatah Tegal “

“ Alhamdulillah, Acara Milad yang di sertai dengan Pameran keris dan tosan aji berlangsung dengan sukses, Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut menyemarakkan kegiatan ini “

Baca Juga : https://vanpora.com/pemerintah-tidak-akan-mencabut-dana-desa/

Bung Gadro juga menambahkan “ suksesnya kegiatan, juga disertai dengan suksesnya berbagai transaksi pemaharan tosan aji seperti keris dan tombak dan penjualan  seperti rangka, gagang, mendak, selut, pendok dan landean tombak sejumlah ratusan juta rupiah “.

Menghadapi dis integrasi bangsa yang akhir akhir ini semakin mengkhawatirkan dan acapkali membawa kita dalam situasi yang tidak menguntungkan, Komunitas kebudayaan harus bisa menjadi pelopor sebagai garda terdepan dan mengambil peranan untuk  mengembalikan khitah kita sebagai negara yang memiliki keaneka ragaman budaya. ( IJK ) 

Total Page Visits: 349 - Today Page Visits: 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *